Kamis, 30 April 2026

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan

 “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi

“Pagi juga, masih membuat jalur limbah ya?” tanya Alaric.
”Masih, Pak. Kalo gitu saya lanjut lagi ya.” jawab Budi dan pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.

Alaric adalah seorang bos besar yang mempunyai tambang timah dan danau di Kampung Jelinger. Banyak orang yang datang untuk berwisata ke danau tersebut atau bekerja di tambang, karena tambang dan danau milik Alaric saling berdekatan. Dan di tambang tersebut terdapat limbah yang biasanya orang mendulang di sana. Ibu-ibu juga datang untuk mendulang untuk mencari pundi-pundi timah yang bisa dibawa pulang, terkadang juga memberikan makanan  untuk para pekerja tambang. Sebagai gantinya, para pekerja akan memberikan mereka timah walaupun tidak banyak.

“Ini, Bud.” Mira memberikan sebungkus makanan berisi jajanan pasar

“Terima kasih, segini cukuplah ya” Budi memberikan sepiring timah kepada Mira

Alaric merasa bahwa ia telah membantu orang kampung untuk mendapatkan pekerjaan dengan tambang timah dan limbah yang dia miliki, walaupun itu beresiko bagi yang bekerja. Salah satunya Doni, beliau sudah mendulang cukup lama di sana sampai-sampai tubuhnya gosong oleh teriknya sinar matahari. Tono adalah pengawas tambang dan limbah, sekaligus teman dekatnya Alaric.

 

Sementara itu di sekolah….

 

“Velia, kamu sudah selesai belum tugas dari Ibu Ratika?” tanya Renza ketua kelas

“Sudah, ini bukunya. Kamu disuruh Ibu ya?” tanya Velia, Renza hanya mengganguk dan pergi meninggalkan Velia untuk mengambil buku tugas teman-teman yang lain.

Beberapa menit berlalu kemudian bel istirahat berbunyi. Velia mengajak Elly untuk pergi ke kantin, ada Renza dan Noir sudah menunggu mereka berdua. Velia dan Elly pun menghampiri mereka dan duduk di hadapan. Renza memulai pembicaraan sambil memakan bekalnya.

“Kalian denger berita gak, terkait dengan pekerja meninggal akibat longsor.” tanya Renza

“Iya, Katanya sih ada 6 orang yang meninggal” jawab Noir

“Kasihan mereka” ucap Elly

Mereka ngobrol sambil makan bekal masing-masing, tanpa sadar bel masuk sudah berbunyi beberapa menit lalu. Selesai percakapan, mereka membereskan kotak makan masing-masing. Jam pelajaran selanjutnya adalah IPS yang diajarkan oleh Pak Fahri, Ini pelajaran terakhir. Sesampainya mereka di kelas ternyata Pak Fahri sudah berada di kelas.

“Masuk kalian berempat, silakan.” sambut hangat dari Pak Fahri walaupun mereka telat.

Mereka pun masuk ke kelas, dan duduk di tempat masing-masing.

“Baik, semua sudah masuk kelas. Bapak akan beri kalian tugas, tapi kalian tentukan dulu kelompok maksimal 4 orang ya. Tugasnya adalah mencari informasi terkait tentang tambang timah, berhubungan dengan tambang. Kalian wawancarai satu pekerja. Dikumpulkan besok pagi ya.” Penjelasan dari Pak Fahri terkait tugas yang diberikan. “Kalo sudah mengerti apa yang Bapak sampaikan, silakan bersiap untuk pulang karena hari ini guru-guru ada rapat.” Lanjutnya dan beliau meninggalkan kelas. Bel pulang sudah dibunyikan siswa-siswi di sana bergegas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Velia akhirnya sampai di rumahnya dan langsung ke kamarnya tiba-tiba hp nya berbunyi, panggilan grup tak terjawab.

Velia mencoba menghubungi lagi, panggilan tersambung.

“Velia, kami datang ke rumah kamu ya, buat kerja kelompok tadi.” ucap Renza ditelepon

“Oke, Nanti kalian datang aja ke rumah. Ibuku akan membuat cemilan untuk kita.” jawab Velia

“Oke, kalo gitu kami siap-siap dulu.” respon serentak mereka.

Beberapa Jam kemudian, pukul 14.00. Renza, Noir, dan Elly tiba di rumah Velia.

“VELIAA…” mereka berseru memanggil Velia

“Mari masuk, Nak.” Ibu Velia membukakan pintu untuk teman-teman anaknya

Velia, Renza, Elly dan Noir. Mereka berdiskusi untuk mengejarkan tugas yang diberi oleh Pak Fahri.

“Berarti kita harus ke tambang dong, kalo wawancarai pekerja” ucap Renza

“Benar juga sih, Vel. Kamu diizin gak untuk kita pergi ke tambang ayahmu?” tanya Noir.

“Hmm, bentar. Aku coba telepon ayahku dulu” Velia mengambil ponselnya dan telepon ayahnya, sambungan terhubung.

“Halo? Iya, Nak. Ada apa?”

“Velia boleh tidak, datang ke tambang ayah sama teman-teman untuk kerjain tugas?”

“Boleh, tapi hati-hati ya. Ada Pak Tono di sana, minta tolong dia nanti, Okey.”

"Oke, Ayah. Terima kasih ayah” Sambungan terputus.

Tanpa pikir panjang Velia mengajak teman-temannya untuk pergi ke tambang, Velia meminta tolong abangnya untuk mengantarkan Velia dan teman-temannya, menggunakan mobil milik ayahnya. Sesampainya mereka di sana, mata mereka terpukau melihat danau yang bersebelahan dengan tambang. Sangat indah sekali, dan ada papan nama yang tertulis “Danau Kicau”. Danau tersebut dulunya adalah limbah hasil galian tambang dengan skala besar, beberapa tahun yang lalu. Mereka berjalan menuju tambang milik ayah, tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka. Ternyata itu Pak Tono teman kerja ayah.

“Anak-anak, ada keperluan apa kalian datang kemari?” tanya Pak Tono

“Ini Pak kami ada tugas, terkait tentang tambang timah” Velia menjelaskan tugasnya kepada Pak Tono.

“Oh begitu, bapak bantu kalian. Ayo bapak ajak kalian berkeliling dulu.” ajak Pak Tono

Mereka pun mencacat hal-hal penting, dan mencatat penjelasan yang disampaikan oleh Pak Tono. Beberapa jam Kemudian akhirnya tugas mereka selesai, dan beristirahat sejak. Renza kepikiran sesuatu.

“Guys, gimana kalo kita pergi ke danau kicau yang tadi” tanya Renza

“Tapi kita harus izin dulu sama Pak Tono” jawab Elly.

“Velia, Boleh kita pergi ke sana buat foto-foto. Kamu izin sama Pak Tono dulu.” ucap Renza

“Iya, aku coba izin dulu.” Velia menghampiri Pak Tono.

“Pak Tono, apa kami boleh ke danau kicau buat foto-foto?” tanya Velia

“Boleh, tapi hati-hati di sana licin dan jurang. Tapi cepat ya, Ini mau malam” Pak tono mengizinkan mereka.

“Baik, Pak. Yuk teman-teman keburu malam nih” ajak Velia.

Mereka berlari menuju danau tersebut. Dan berfoto-foto setelah itu mereka akan meliihat matahari terbenam. Sesudah mereka melihat matahari terbenam, mereka mengajak teman-temannya untuk pulang ke tambang.

“Yuk Guys, kita pulang ke tambang. Nanti abangku Jemput kita dan mengantarkan kalian pulang” ucap Velia

“Bentar lagi, Vel. Kita menikmati hembusan angin dulu.” jawab Renza, teman-teman lain setuju dengan Renza.

“Kalian tidak takut hutan dibelakang kita” ucap Velia cemas.

“Santai saja, Velia. Bentar lagi kita pulang ke tambang” jawab Noir

Setelah beberapa menit mereka bersantai, mereka pun akhirnya pulang menuju ke tambang. Beberapa langkah mereka berjalan dari tempat sebelumnya tiba-tiba Elly melihat ada orang dibalik pohon besar yang ada di dalam hutan yang berada di samping kanan mereka.

“Guys, Di sana ada orang dibalik pohon” tunjuk Elly.

“Ehh, iya. Ada orang, kita samperin yuk” Ajak Renza sudah percaya diri.

“Kamu tidak takut apa? Kalo itu hantu bagaimana?” cemas Veli.

“kita tinggal lari aja” Ucap Noir mendukung Renza.

Velia dan Elly hanya mengikuti Renza dan Noir dari belakang, Renza pun bertanya dengan orang tersebut.

“Halo, Pak. Kenapa bapak ada di hutan yang gelap ini.” ucap Renza tanpa ragu.

“Kalian ngapain di sini. Lebih baik kalian pergi dari sini sebelum salah satu dari kalian yang mati.” Jawab orang itu kemudian dia menghilang tanpa jejak dihadapan mereka secara langsung. Mereka menyadari bahwa itu adalah hantu, mereka bergegas berlari dari sana. karena mereka takut dengan ucapan hantu tersebut. Tiba-tiba Velia terpeleset ke jurang dan jatuh di danau. Velia berusaha untuk naik tapi sayangnya dia tidak bisa. Noir bergegas ke tambang untuk meminta bantuan. Sesampainya di sana, Noir menjelaskan kejadian Velia jatuh kepada Pak Tono. Tanpa pikir panjang Pak Tono dan pekerja lain segera menuju ke lokasi, Pak tono sempat menelepon polisi untuk meminta tolong. Semua sudah sampai di tempat kejadian. Mereka mengangkat Velia menuju di perahu darurat polisi. Dan membawa ke tepian untuk melakukan pertolongan pertama. Tapi sayangnya nyawa Velia tidak bisa diselamatkan. Ayah Velia datang ke tempat kejadian karena mendengar kabar dari Pak Tono, dan melihat anaknya tergeletak di tanah. Ayahnya terpukul melihat anaknya yang sudah tiada. “Permisi, di mana keberadaan Pak Alaric?” tanya salah satu petugas.

“Kami sudah memeriksa bahwa area ini, telah melakukan pertambangan ilegal, dan tidak resmi dari pemerintah. Pak Alaric dan pekerja yang lain yang ikut terlibat akan dihukum penjara. Terutama dengan Pak Alaric akan di denda seratus milyar rupiah dan 5 tahun penjara terduga melakukan pertambangan ilegal. Tempat ini akan ditutup” Ucap Petugas. Alaric hanya bisa pasrah, dan dia merasa bersalah karena anaknya meninggal atas kelakuan ia sendiri.

 

TAMAT

 

 

Kamis, 22 September 2022

Bersama Ping

tiga puluh sembilan ribu rupiah

ku habiskan

bersama Ping 


Ping,

aku tak beli kopi

melainkan teh

tapi,

di kedai kopi


Ping,

namanya "kedai kopi", tapi tak hanya kopi

mereka juga menjual rasa,

asa,

dan juga karsa


tiga puluh sembilan ribu rupiah

kau tahu, Ping

aku dapat ketiga itu,

ku ramu dalam satu gelas

bersamamu, Ping


Bumi Sriwijaya, 23 Juli 2022

Hujan dan Es Krim

 Hujan-hujan begini

Bagaimana nasib si penjual es krim, ya?

Tanyaku,

Kepada es krim di depanku

 

Lalu,

Isi kepalaku berwujud es krim menjawab

Mereka akan bertandang ke sini

Kalau mereka ingin

Tak peduli cuaca

Tak peduli bahwa,

Mereka sama dinginnya dengan hujan ini

 

Delapan ribu rupiah,

Kau sematkan pelbagai pertanyaan

Di dalamnya ada soal dunia,

soal cuaca,

soal mengapa dan bagaimana

 

Bicara soal,

Sebetulnya bisa kau jawab sendiri

Tapi terkadang,

Kau juga butuh mereka menjawab

Serupa halnya kau sekarang

Duduk diam

Menghabiskan aku

Seorang diri

ki.ta dan ka.ta

malam itu,

muktamad sudah ikrarmu

luas kata-katamu,

tak akan ada,

ki.ta

 

ki.ta tinggal lah ka.ta

tak perlu lagi ber.ka.ta

dan,

tak perlu lagi di.ka.ta

 

kini,

ki.ta hanyalah doa


untuk ki.ta 

teruslah berdoa,

agar ki.ta tak sekadar ka.ta

Sabtu, 08 Januari 2022

Rumah Sakura

Karya : Okuta Fiarora

Note : ceritanya ini teks deskripsi saya ketika kuliah semester 2 dalam memenuhi tugas mata kuliah "Menulis 1". Alhamdulillah, diberi nilai A+, ga sia-sia begadang, hehe. Dari sekian banyak tugas menulis yg diberikan, menurutku tulisa ini yg sangat berkesan. Berawal dari sebuah tulisan, semoga bisa direalisasikan. Aamiin. 😂 *Selamat membacaaaa, mudah-mudahan jg menginspirasi kalian siapa tau ada yg mau bangun rumah tp bingung mau desain yg seperti apa, semoga punya gambaran setelah baca teks ini yaaa. Duh, gayaku haha

    Pepatah mengatakan, “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”, mungkin aku akan seperti itu terlebih dahulu. Berawal dari kerja keras, dan berakhir menjadi tangis bahagia karena satu persatu impian tersebut akan terpenuhi berkat kerja keras. Setiap manusia pasti memiliki berjuta impian besar yang mungkin suatu saat bisa terkabulkan. Aku adalah sebagian dari orang-orang yang memiliki sejuta impian besar tersebut. Salah satu impian terbesarku adalah memilki rumah bergaya jepang dan berbentuk minimalis. Dirumah tersebut, aku dan suamiku berserta anak-anakku akan melewati hari-hari bersama. 

    Tampak dari depan, kalian akan menjumpai pagar yang menjulang tinggi kira-kira setinggi 2 meter sehingga menutupi rumah. Pagar rumah impianku terletak di sebelah kanan, dan terbuat dari stainless, dipadu dengan tembok yang mengelilingi rumah dengan dicat berwarna merah muda atau pink soft. Tidak lupa juga, tembok dihiasi dengan corak bunga sakura berwarna pink cerah berbentuk kecil-kecil sehingga tampak terlihat seperti polkadot. Ketika membuka pagar rumah, anda akan disajikan dengan indahnya taman mini di sebelah kiri rumah. Kemudian, di atas taman dan seluruh halaman rumah kecuali jalan untuk menuju garasi dilapisi dengan rumput-rumput halus dan di sekeliling depan rumah pada bagian dalam ditanami dengan pohon sakura. Pada bagian taman, tepatnya di bawah pohon tersebut terdapat 2 kursi taman dan meja untuk kegiatan minum teh bersama pada pagi hari dan sore hari. Setelah itu, di sebelah taman tersebut terdapat kolam ikan yang terdiri dari ikan-ikan khas dari jepang seperti ikan makuro. Sehingga menambah ketenangan saat berada di taman yang nan indah tersebut. Kemudian di sebelah kanan, tepatnya di depan pagar tadi, terdapat garasi untuk 1 mobil, 1 sepeda motor, dan 2 sepeda untuk anak-anak. Pada pintu garasi didesain dengan berbahan kayu jati dan di tengahnya terdapat ukiran bunga sakura yang cukup besar. Pintu garasi terbagi menjadi dua bagian dan cara membukanya seperti membuka pintu biasa. Di dalam garasi dicat berwarna biru langit dan dipadu dengan garis garis berwarna putih.

    Ketika masuk ke dalam rumah, terlebih dahulu kita akan menjumpai sebuah pintu besar berbahan kayu jati dan terdapat ukiran-ukiran bunga sakura yang berbentuk kecil. Letak pintu tersebut tepat di sebelah pintu garasi. Setelah melewati pintu depan, terdapat ruang tamu yang terdiri dari kursi lesehan yang bergaya ala jepang di sebelah kanan . Di kursi tersebut terdapat bantal-bantal kecil dan satu meja besar yang beralaskan tamplak meja bercorak bunga sakura berwarna merah muda. Di atas meja, terdapat pula hiasan pohon sakura berbentuk mini seperti vas bunga. Di sebelah kiri, kita akan menjumpai satu aquarium besar yang terbuat dari kayu jati yang di dalam aquarium tersebut terdiri dari ikan-ikan hias dari negara jepang. Tidak lupa juga, di dalam ruang tamu tersebut terdapat satu buah lemari besar yang berisi pajangan-pajangan dan foto-foto dari berbagai negara yang telah dikunjungi. Kemudian di dalam ruang tamu tersebut terdapat foto keluarga yang cukup besar, dan foto ketika berkunjung ke jepang bersama seseorang yang ku sebut masa depan. Pada dinding ruang tamu, dihiasi dengan wall stiker pohon sakura yang berbentuk kecil mengelilingi ruang tamu. Sehingga membuat kita merasa sedang bersantai di negara Jepang.

    Setelah melewati ruang tamu, kita akan menemukan dua kamar tidur. Satu kamar tidur utama dan satu kamar tidur untuk anak-anak. Di dalam kamar tidur utama, tak lupa juga diberi cat berwarna merah muda. Kemudian, terdapat satu spring bed besar untuk kapasitas 2 orang, dan di belakang spring bed terdapat gambar taman yang dihiasi dengan pohon sakura. Gambar tersebut berukuran sangat besar sehingga memenuhi sebagian dinding kamar dan di padu dengan gorden berwarna putih sehingga membuat kamar ini terasa nyaman. Di dalam kamar, tepatnya di sebelah kiri terdapat satu pendingin ruangan dan di bawah pendingin ruangan terdapat lemari yang berukuran besar untuk pakaian dan lemari sepatu, serta meja rias. Kemudian untuk kamar anak-anak, hampir sama seperti kamar utama yang terdiri dari lemari pakaian di sebelah kanan dan satu pendingin ruangan. Akan tetapi, di kamar anak-anak terdapat 2 tempat tidur, satu untuk anak laki-laki dan satunya untuk anak perempuan.  Satu lemari besar terdiri dari 2 pintu, sehingga memudahkan untuk membagi mana lemari untuk anak perempuan dan mana lemari untuk anak laki-laki. Setelah itu, di dalam kamar anak-anak terdapat 2 meja belajar dan lemari untuk menyimpan buku-buku dan tas sekolah mereka. Kedua kamar ini sudah ditata sedemikian rupa sehingga jendela kamar menghadap taman.

    Kemudian, di dalam rumah impian ini terdapat ruang keluarga. Ruangan ini digunakan untuk bersenda gurau bersama anak-anak sehingga dapat melepas kelelahan karena seharian mempunyai kesibukan masing-masing. Di ruang keluarga ini diberi cat berwarna ungu muda. Tak lupa juga, terdapat satu televisi berukuran besar dilengkapi dengan playstation, dvd player, dan karaoke. Di depan televisi, tidak ada kursi namun, hanya ada bantal-bantal yang berukuran sedang dan satu meja berukuran besar karena duduknya lesehan di lantai. Di atas meja terdapat satu bunga hias yang menyerupai bunga sakura. Kemudian, di dinding ruang keluarga terdapat foto-foto keluarga yang berukuran sedang dan dipajang dengan model tangga. sehingga akan menambah keindahan dari ruang keluarga tersebut.

    Selanjutnya, kita juga akan menjumpai satu ruangan yang dinamakan dapur. Di sinilah tempatnya wanita-wanita seperti saya jika sudah berumah tangga. Karena saya suka  sekali dengan negara Jepang, saya meminta untuk didesainkan dapur seperti di Jepang. Di dalam dapur, terdapat satu lemari es berukuran 2 meter dan bercorak bunga sakura. Lemari es tersebut terdapat di pojok kiri di sebelah lemari piring. Di pojok kanan, terdapat westafel untuk mencuci piring dan di sebelahnya terdapat satu kompor gas untuk memasak serta di atas kompor gas terdapat lemari bumbu-bumbu yang terlihat menggantung di dinding. Kemudian, di sebelah kompor terdapat rice cooker, tempat beras dan berbagai makanan instan. Di tengah-tengah dapur, terdapat meja makan lesehan karena sebagian masyarakat jepang lebih memilih untuk duduk lesehan di lantai daripada harus duduk di kursi. Tak lupa juga, dinding dapur dihiasi dengan bunga-bunga sakura yang tampak memenuhi dinding dapur seperti bercorak polkadot.

    Ruangan yang terakhir adalah kamar mandi. Kamar mandi juga didesain dengan bergaya Jepang. Pada pintu kamar mandi, kita juga akan menemukan ukiran bunga sakuran dan di luar dinding kamar mandi terdapat beberapa foto-foto taman pohon sakura. Di dalam kamar mandi diberi cat berwarna biru muda atau biru langit. Setelah itu, di dalam kamar mandi terdapat satu bak mandi di sebelah kiri dan di sebelahnya terdapat satu tempat untuk buang air kecil dan buang air besar. Tiga langkah dari depan bak mandi, terdapat bathub dan di atasnya terdapat shower untuk air panas dan air dingin. Di sebelah shower, ada juga cermin dan di bawahnya digunakan untuk menaruh perlengkapan mandi, seperti sabun, sikat gigi, shampoo, dan lain lain. Pada dinding kamar mandi diberi wall stiker bercorak bunga sakura berbentuk kecil-kecil sehingga memenuhi dinding kamar mandi.

    Setelah melihat uraian di atas, rumah impian saya lebih mengutamakan gaya khas negara Jepang yang bernuansa pink soft, ungu muda, dan biru langit. Kemudian, hampir setiap ruangan dihiasi dengan corak bunga sakura yang menghiasi dinding rumah. Rumah ini tidak terkesan mewah, akan tetapi terkesan sederhana dan terasa nyaman sekali. Karena bagi saya, tidak perlu mewah asalkan nyaman untuk berkumpul bersama keluarga kecil. Jika suatu saat nanti, bila saya diberikan rezeki yang berlimpah dari Allah SWT., saya akan membangun rumah yang saya impikan ini. Sebuah kesuksesan besar akan diraih dengan mudah jika kita mau berusaha dan bekerja keras untuk mencapai semua itu.

Selasa, 06 April 2021

Selamat Menunaikan Ibadah Makan



Note :

Puisi ini lahir dengan selamat dan Alhamdulillah jadi puisi pilihan versi Rumah Sintas. Selamat membaca.


Pagi itu, tak mengepul asap di dapur kami

Penanak nasi pun terasa enggan bertemu dengan sudip kayu

Jangan tanya berasnya mana

Apa yang harus disantap pun kami tak tahu

 

Pagi itu, ku dapati bapak tidak ada di rumah

Berjuang untuk kita, kata ibu

Ku lihat jala bapak pun memang tak ada

Mungkin benar, bapak memang sedang berjuang

 

Apakah bapak masih berjuang, Bu?

Kita makan apa hari ini, Bu?

Apakah ibu tidak lapar?

Kami lapar, Bu

Puluhan kali kalimat itu keluar dari mulutku

Tetap saja, hanya diam yang ibu sajikan

 

Senja datang, kemudian gelap

Ku dapati bapak belum juga pulang

Satu kali ku datangi dermaga tua itu

Hanya sepi yang ku dapati

Kedua kali ku sambangi

Tetap saja pertanyaanku tak terjawab

Ku titipkan pesan pada ombak yang datang

Bisa jadi ku temukan jawaban untuk ketiga kalinya

Tapi tetap saja, aku pulang tanpa jawaban

 

Pak, selamat menunaikan ibadah makan

Aku tahu bapak juga lapar

Sama halnya dengan kami

Kami tunggu kepulanganmu, Pak

Agar kita bisa kembali

Kembali menunaikan ibadah makan berjamaah

Sabtu, 28 Maret 2020

Pencemaran Air


Pencemaran Air
Karya : Warda Batsinah (8B.3)

Pencemaran air disebabkan karena kegiatan manusia seperti membuang sampah sembarangan atau limbah pabrik yang mencemari air. Akibat pencemaran air bisa membuat ikan atau organisme air menjadi mati serta merusak ekosistem air. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Air yang baik mempunyai standar 3B(tidak Berwarna, Berbau, dan Beracun). Sekarang masyarakat kebanyakan Menyalah gunakan dan mencemari air tersebut.
Masyarakat sering membuang sisa-sisa air di sungai, misalnya air sisa cucian piring, air setelah mandi, air sisa mencuci baju, dan lain-lain. Sisa-sisa air tersebutlah yang bisa disebut limbah(sampah). Limbah pemukiman mengandung limbah domestik yang berupa sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik merupakan jenis sampah yang dapat di uraikan seperti sisa sayuran , buah-buahan dan dedaunan. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak bisa di uraikan, seperti plastik, kaca, kain, kayu, logam, dan lain-lain. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling berpotensi menyebabkan pencemaran air.
     Pencemaran air tidak hanya bisa disebabkan oleh limbah saja melainkan mikroorganisme yang tidak kasat mata. Beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, kuman, Protozoa, dan parasit. Berbagai mikroorganisme tersebut terdapat di dalam air sebagai hasil dari pembuangan limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah-limbah lainnya. Adanya kuman, bakteri maupun virus yang terdapat di dalam air ini Sangat berbahaya bagi orang yang menggunakan air tersebut. Adapun jenis-jenis penyakit yang disebabkan pencemaran air diantaranya adalah Diare, Disentri, Kolera, Hepatitis A, Malaria, Polio, dan Amebiasis
     Maka dari itu kita harus menjaga lingkungan sekitar kita, jangan sampai tercemar, jika tidak segera diatasi maka akan berakibat fatal bagi kehidupan masyarakat, serta dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi tubuh kita. Maka dari itu kita harus menjaga lingkungan sekitar kita, dengan cara tidak membuang sampah ke selokan ataupun sungai, jika terdapat sampah pada selokan Ataupun sungai sebaiknya segera di bersihkan agar limbah tersebut tidak menumpuk dan tersumbat di selokan. Selain akan menyebabkan penyakit, sampah yang menumpuk tersebut juga bisa menyebabkan banjir yang bisa merugikan masyarakat. Sebaiknya kita lebih sadar bahwa sungai itu sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup termasuk manusia.

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...