Selasa, 06 April 2021

Selamat Menunaikan Ibadah Makan



Note :

Puisi ini lahir dengan selamat dan Alhamdulillah jadi puisi pilihan versi Rumah Sintas. Selamat membaca.


Pagi itu, tak mengepul asap di dapur kami

Penanak nasi pun terasa enggan bertemu dengan sudip kayu

Jangan tanya berasnya mana

Apa yang harus disantap pun kami tak tahu

 

Pagi itu, ku dapati bapak tidak ada di rumah

Berjuang untuk kita, kata ibu

Ku lihat jala bapak pun memang tak ada

Mungkin benar, bapak memang sedang berjuang

 

Apakah bapak masih berjuang, Bu?

Kita makan apa hari ini, Bu?

Apakah ibu tidak lapar?

Kami lapar, Bu

Puluhan kali kalimat itu keluar dari mulutku

Tetap saja, hanya diam yang ibu sajikan

 

Senja datang, kemudian gelap

Ku dapati bapak belum juga pulang

Satu kali ku datangi dermaga tua itu

Hanya sepi yang ku dapati

Kedua kali ku sambangi

Tetap saja pertanyaanku tak terjawab

Ku titipkan pesan pada ombak yang datang

Bisa jadi ku temukan jawaban untuk ketiga kalinya

Tapi tetap saja, aku pulang tanpa jawaban

 

Pak, selamat menunaikan ibadah makan

Aku tahu bapak juga lapar

Sama halnya dengan kami

Kami tunggu kepulanganmu, Pak

Agar kita bisa kembali

Kembali menunaikan ibadah makan berjamaah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...