Sabtu, 28 Maret 2020

Pencemaran Air


Pencemaran Air
Karya : Warda Batsinah (8B.3)

Pencemaran air disebabkan karena kegiatan manusia seperti membuang sampah sembarangan atau limbah pabrik yang mencemari air. Akibat pencemaran air bisa membuat ikan atau organisme air menjadi mati serta merusak ekosistem air. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Air yang baik mempunyai standar 3B(tidak Berwarna, Berbau, dan Beracun). Sekarang masyarakat kebanyakan Menyalah gunakan dan mencemari air tersebut.
Masyarakat sering membuang sisa-sisa air di sungai, misalnya air sisa cucian piring, air setelah mandi, air sisa mencuci baju, dan lain-lain. Sisa-sisa air tersebutlah yang bisa disebut limbah(sampah). Limbah pemukiman mengandung limbah domestik yang berupa sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik merupakan jenis sampah yang dapat di uraikan seperti sisa sayuran , buah-buahan dan dedaunan. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak bisa di uraikan, seperti plastik, kaca, kain, kayu, logam, dan lain-lain. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling berpotensi menyebabkan pencemaran air.
     Pencemaran air tidak hanya bisa disebabkan oleh limbah saja melainkan mikroorganisme yang tidak kasat mata. Beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, kuman, Protozoa, dan parasit. Berbagai mikroorganisme tersebut terdapat di dalam air sebagai hasil dari pembuangan limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah-limbah lainnya. Adanya kuman, bakteri maupun virus yang terdapat di dalam air ini Sangat berbahaya bagi orang yang menggunakan air tersebut. Adapun jenis-jenis penyakit yang disebabkan pencemaran air diantaranya adalah Diare, Disentri, Kolera, Hepatitis A, Malaria, Polio, dan Amebiasis
     Maka dari itu kita harus menjaga lingkungan sekitar kita, jangan sampai tercemar, jika tidak segera diatasi maka akan berakibat fatal bagi kehidupan masyarakat, serta dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi tubuh kita. Maka dari itu kita harus menjaga lingkungan sekitar kita, dengan cara tidak membuang sampah ke selokan ataupun sungai, jika terdapat sampah pada selokan Ataupun sungai sebaiknya segera di bersihkan agar limbah tersebut tidak menumpuk dan tersumbat di selokan. Selain akan menyebabkan penyakit, sampah yang menumpuk tersebut juga bisa menyebabkan banjir yang bisa merugikan masyarakat. Sebaiknya kita lebih sadar bahwa sungai itu sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup termasuk manusia.

Pulau Sampah Pasifik Besar


Pulau Sampah Pasifik Besar
Karya : Sherene Al Aquila Rindea (8B.3)

Kita harus cepat sadar akan sampah plastik dibumi. Jika tidak,bumi akan kekeringan,populasi dilaut menurun,dan sampah plastik ada dimana-mana. Seperti contoh samudra pasifik bahkan,sekarang sudah terbentuk Pulau Sampah Pasifik Besar.
Sesuai namanya,Pulau Sampah Pasifik Besar ini terletak di Samudra Pasifik. Yang terjadi karena perputaran partikel sampah laut tepatnya ditengah Samudra Pasifik Utara,yang ditemukan antara tahun 1985 dan 1988. Pulau sampah ini terletak diantara garis bujur 135°W hingga 155°W dan lintang 35°N hingga 42°N.
Batas sebaran sampah tidak bisa dipastikan dan tergantung pada kandungan plastik yang digunakan untuk mengukur lokasinya. Ciri-ciri pulau ini adalah tingginya kandungan plastic,limbah kimia,dan serpihan pelagic lain yang terjebak oleh arus Girus Pasifik Utara.
Kepadatan pulau ini sangat rendah membuat pulau ini sulit dideteksi lewat Citra Satelit atau bahkan nelayan atau penyelam disana. Pulau sampah ini terdiri atas partikel-partikel mengambang,biasanya berukuran sangat kecil (mikroskopik),di kolam air atas yang pelan-pelan bertambah jumlahnya.
Kita harus sadar dan kurangi pemakaian plastik,kurangi pemakaian sedotan,jangan membuang sampah sembarangan,dan jangan menebang pohon di hutan secara liar. Untuk bumi yang lebih baik lagi karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.

Minat Baca Masyarakat dan Siswa


Minat Baca Masyarakat dan Siswa
Karya: Sharfina Naurah A (8.1)

Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, terutama bagi siswa-siswi sekolah. Mengembangkan dan meningkatkan minat baca perlu dilakukan. Untuk itulah perlu upaya untuk memotivasi siswa agar memiliki minat baca. Pemanfaatan sosial media juga dapat dilakukan untuk menghimbau kepada masyarakat tentang pentingnya membaca. Adanya kegiatan literasi disekolah juga dapat meningkatkan minat baca pada siswa.
Kepala Pusat Badan Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional RI, Titik Kismiati mengungkapkan, minat baca penduduk Indonesia sangat rendah. Merujuk data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Tahun 2012, sebanyak 91,58% penduduk Indonesia yang berusia 10 tahun ke atas lebih suka menonton televisi. Hanya sekitar 17,58% saja penduduk yang gemar membaca buku, surat kabar, atau majalah.
Oleh Syahruddin El-Fikri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membaca dan menulis  sanagt rendah. Berdasarkan indeks nasional, tingkat minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01 sedangkan rata-rata indeks tingkat membaca dinegara maju berkisar 0,215 - 0,67. Indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001% artinya hanya ada satu orang dari 100 penduduk yang mau membaca buku dengan serius. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa budaya membaca Indonesia tertinggal empat tahun dibandingkan negara maju. Bahkan, disekolah daerah pelosok Indonesia ada siswa hingga mahasiswa yang masih belum mampu membaca secara lancar dan memahami maknanya. Ketertinggalan yang saat ini dialami Bangsa Indonesia dikatakannya, harus dikejar. Hanya saja, Muhadjir Effendy menilai Bangsa Indonesia menghadapi permasalahan yang rumit, yakni disparitas antar daerah terlalu jauh.
Pengembangan dan peningkatan minat baca wajib dilakukan, terutama dalam keadaan seperti sekarang. Minat baca masyarakat Indonesia semakin turun dari tahun ke tahun. Memanfaatkan sosial media juga dapat dilakukan untuk menghimbau pentingnya membaca, karena membaca sangat penting bagi kehidupan.

Kebakaran Hutan Di Indonesia


Kebakaran Hutan Di Indonesia
Karya : Selvia Najua (8B.3)

Kebakaran hutan di Indonesia kali ini dinilai cukup parah sampai-sampai menimbulkan kan asap yang sangat tebal. Banyak sekali masyakarat yang menyalahkan pemerintah karena tidak bertanggung jawab atas permasalahan ini padahal pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kabut asap di Riau pemerintah sudah banyak menghabiskan kurang lebih sekitar 122 TON garam 32 kali water bombing kamov,Sikorsky 119 kali.
Tetapi tetap saja kabut asap di Riau kian semakin menjadi jadi, tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan pemerintah setempat meliburkan kegiatan belajar demi kesehatan para guru dan siswa. Tidak hanya di kota Riau kabut asap juga menimpa masyarakat Palembang yang cukup parah.
Banyak pihak yang ikut membantu menghilangkan asap sebab kebakaran hutan tersebut. Berbagai bantuan seperti LSM,ORMAS,hingga partai politik melakukan suka rela seperti membagikan masker,sumbangan dana pengobatan dan lain sebagainya. Tak hanya itu, satuan penegasan hukum juga melibatkan operator seluler untuk menyampaikan pesan singkat kepada masyarakat berisi larangan membakar hutan dimanapun berada, serta meminta masyakarat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah saat kabut asap yang semakin hari semakin tebal.
Menteri sosial berencana memberikan konvensi kepada masyarakat yang terserang penyakit ISPA sebesar Rp 900.000.00, nantinya makanisme pembagian dana pemerintah bagi daerah darurat asap itu akan disalurkan melalui KKS,walaupun  masih dalam rencana pemerintah usulan kompensasi tersebut masih dalam persetujuan akhir dari kementrian keuangan. Hingga Rabu (11 September 2019), penderita saluran pernapasan sudah mencapai 14,566 jiwa.
Kebakaran hutan dan lahan ini harus diurus sampai tuntas. Seperti pelaku pembakaran hutan harus dihukum seberat beratnya atas perbuatan nya seluruh masyakarat Riau,Palembang,Batam dan lain lain terkena imbasnya. Bagi perusahaan perusahaan yang ingin membuka lahan perkebunan seharusnya tidak membuka hutan dengan cara dibakar, itu hanya mengakibatkan masalah yang cukup fatal, bahkan akibat pembakaran hutan ini pun asapnya sampai kenegara tetangga seperti Malaysia.
      Kebakaran hutan yang diakibatkan dari cuaca yang ekstrim juga maka disampingnya akibat pembakaran hutan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab tetapi kekeringan dan kekurangan air di wilayah itu mengakibatkan hutan terbakar dan menjadi kabut asap yang tebal. Berkaitan dengan hal ini para ahli menyarankan agar wilayah tersebut membuat hujan buatan agar kabut asap tidak banyak dan mengurangi resiko bagi warga. Guyuran hujan akan meredam kabut asap agar tidak menyebar luas dan hal yang dilakukan warga sekitar yaitu sholat Istiqo,shalat mohon diturunkan hujan. Mereka sholat berjamaah dilapangkan terbuka, dikhawatirkan keselamatan warga Riau, Palembang, Jambi, Batam dan lain lain akan terancam kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen.

Kebakaran Hutan Dan Lahan


Kebakaran Hutan Dan Lahan
Karya : Maera Shafara (8B.2)

Kebakaran hutan setiap tahun selalu berulang. Beberapa perusahaan asing dan swasta disinyalir menjadi pelaku terhadap tindak kejahatan ini. Sanksi yang diberikan pemerintah pun tidak memberikan efek jera  bagi pelaku. Kalau sudah begini masyarakat yang terkena imbasnya,menghirup udara yang sudah tercemari sangat membahayakan bagi kesehatan apalagi jika hal tersebut berlangsung lama. ISPA dapat menyerang anak dan dewasa,bahkan dibeberapa daerah sudah ada laporan banyak yang meninggal karena terkena ISPA.
Dampak yang disebabkan oleh kebakaran lahan dan hutan diantaranya adalah merusak ekosistem,selain itu asap kebakaran bisa menjadi polusi udara.Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi terkait beberapa daerah di Indonesia yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan antara lain Aceh, Sumatra Utara , Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kabupaten Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua.
Di Sumatera Selatan sendiri terdapat 675 sebaran hotspot (dikutip dari harian Sumatera Selatan express 23 September 2019) yang terdiri dari Palembang sebanyak dua titik, Lahat sebanyak tiga titik, Ogan Komering Ulu sebanyak empat titik, Empat Lawang sebanyak sebelas titik, Muara Enim sebanyak tiga belas titik, OKU Timur sebanyak lima belas titik, Ogan Ilir sebanyak 24 titik, Banyuasin sebanyak 33 titik, PALI sebanyak 34 titik, Muratara sebanyak 87 titik, Ogan Komering Ilir sebanyak 114 titik, dan Musi Banyuasin sebanyak 228 titik.
Di kutip dari Jakarta.kompas.com jumlah penderita Infeksi Saluran Penasaran Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga september mencapai 916.516 orang.Penderita ISPA tersebar di 6 propinsi yang terdampak karhutla yaitu di Riau,SumSel,Jambi,Kalimantan Barat,Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.Sumatera Selatan menjadi propinsi yang penduduknya paling banyak menderita ISPA,yakni 291-807 orang.Peringkat kedua Riau 215-793 orang dan jambi dengan jumlah penderita ISPA 63-554 orang.
Dalam mengatasi kebakaran hutan yang selalu terjadi di setiap musim kemarau diperlukan kerjasama beberapa pihak.Dalam hal ini pemerintah perlu mengambil langkah tegas dengan menyegel perusahaan-perusahaan yang diduga sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan.Sanksi yang diberikan haruslah dapat menyebabkan efek jera,agar kedepannya kejadian ini tidak terulang lagi.Upaya pemadaman langsung di lapangan lebih ditambahkan  lagi,meskipun sulit karena area yang luas dan lahan gambut,namun tetap diupayakan agar dampaknya sedikit berkurang

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...