Minggu, 26 Oktober 2014

Ramadhan ke 23

21:50


Aku sendiri dengan kesepianku
Merasuk dinding kalbu
Menyentuh tempat yang begitu dingin
Aku menyendiri
Hanya angin yang membelai
Hanya kedinginan yang merasuk
Aku merasa sepi
Sepi sekali

Ingin rasanya aku merasakan keramaian
Seperti dulu
Namun sepertinya tak mungkin lagi
Aku begitu dingin dan membeku
Ya sudahlah, mungkin aku akan hilang
Hilang meninggalkan jejak
Sepertinya tidak meninggalkan bekas

Aku ingin dikenang dengan seribu kebaikan
Namun sepertinya tak mungkin
Aku akan dikenang dengan seribu kejahatan
Aku menyadari itu
Tiada yang sempurna
Aku, mereka, kalian, dan kami tidak akan bisa sempurna
Se sempurna Yang di Atas          

Aku sepertinya akan hilang
Hilang entah kemana
Aku akan memeluk angin
Merasa hidup pun aku tak mampu
Hidup ini terasa membunuhku
Mencekik dan mencabik
Hidup ini keras
Aku tak beruntung
Sebisa mungkin aku menaklukan dunia
Namun aku tak jua mampu

Pergi mungkin lebih baik
Ramadhan ini penuh arti
Sepertinya aku takkan bertemu kembali di ramadhan berikutnya
Rasanya memang begitu
Entah mengapa aku berpikir begitu
Mungkin aku akan benar benar pergi
Ya, mungkin saja

Mungkin akan meninggalkan setetes air mata di ufuk barat
Disela kerutan kantung mata
meninggalkan seribu kenangan yang amat pedih
Pedih bagi yang merasa kehilangan
Kematian, ya kematian mungkin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...