Minggu, 17 November 2013

Kelam Menyelimuti



Hari yang indah, seindah semangat yang memburu dihatiku. Akhirnya aku lepas dari kepenatan libur kuliah. Dengan bersemangat aku menglangkahkan kakiku ke kampus tercinta. Seperti biasa aku menunggu selama 15 menit untuk menuju ke kampus dengan busway yang biasa disebut “Trans Musi”. Ya, transportasi yang  dikenal ter nyaman dikota ini. Akhirnya bus yang ku tunggu tunggu berhenti juga di depan halte tepat dimana aku menunggunya. Bismillah, aku mengucapkan kata-kata itu berharap sekaligus berdo’a agar selamat sampai tujuan. Didalam bus itu dengan secara tiba-tiba teringat dimana kejadian satu bus berlangsung. Ah sudahlah, itu kan masa lalu ! gerutuku didalam hati. Aku menghela nafas mengingat semua kejadian itu dengan bertahap-tahap. Tetapi mengapa aku harus mengingat itu lagi ? masa masa yang aku kubur sedalam mungkin sehingga tak akan mampu menyeruak kembali.

Hari ini, di jam ini, di menit ini, dan di detik ini masa-masa itu terulang kembali perlahan-lahan memory itu berputar kembali. Teringat saat hati ini menjerit-jerit serasa mengeluarkan isi nya. Tuhan mengapa harus ia yang akan kembali ke masa lalu ini ? masa lalu yang begitu kelam, terasa membunuh secara perlahan. Aku malu, benar benar malu untuk mengingat itu semua. Betapa bodohnya aku mempunyai perasaan itu kepada dia yang jelas jelas. Ah sudahlah, lupakan !

Aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi kepadaku, mengapa aku harus merelakan, melupakan, mengikhlaskan semua yang takkan pernah terjadi kepadaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...