Akhir Dunia
[Remastered]
Karya : M. Faathin Abdurrahman (7B.1)
Aku tidak
ingat kapan terakhir kali aku berbicara dengan seseorang. Mungkin karena sudah
lama aku tidak melihatnya. Tiap kali Aku berkelana untuk mencari makanan dan
minuman, yang kutemukan hanyalah Mayat hidup yang mencari mangsa. Mereka ada di
mana-mana, di Kota, Taman, Mall, bahkan di Hutan. Kira-kira sejak 2 tahun yang
lalu, Wabah itu menyebar, Seluruh Penduduk di Kota semuanya berubah. Aku masih
menyimpan Dendam kepada Mereka ! . Aku
merasa bersalah karena, Aku hanya bisa mendengarkan teriakan-teriakan penduduk
tanpa bisa membantu. Aku hanya di rumah dengan beberapa suplai makanan dan
minuman, menunggu bantuan dengan Radio. Pernah ada, Helikopter yang ingin
mengangkut beberapa orang di kota. Tetapi, Helikopter tersebut hancur karena
ulah makhluk-makhluk yang kelaparan itu. Itulah mengapa tidak ada lagi
helikopter yang datang ke kota ini. Namaku Rio. Aku hanya ingin bertemu dengan
seseorang saja. Aku sangat kesepian.
Pagi hari
ini, Aku akan menjelajah ke Kota Zona C. Karena, suplai makanan mulai menipis,
dan itu juga merupakan tempat yang belum kujelajahi. Zona A dan Zona B pernah
kujelajahi. Tetapi, sangat susah mengontrol situasi di sana karena Aku tidak
bisa mengimbangi jumlah mereka hanya dengan menggunakan kapak.
Dari tepi,
Aku bisa melihat mereka berjalan tak tahu arah. Hal yang dapat memancing mereka
hanya 1, yaitu Suara. Jadi, Aku harus menghindari hal itu. Aku melangkah
perlahan agar tidak bisa menimbulkan suara di tempat itu. Di sisi kanan dan
kiri aku bisa melihat Rumah Sakit yang gelap hingga bengkel yang terbakar.
Tiba-Tiba!, Aku mendengar teriakan seseorang. Spontan, Aku menuju ke
sumber suara dan Aku melihat Seorang Perempuan yang dikelilingi oleh
Makhluk-Makhluk yang ganas itu. Aku langsung memegang kapak kemudian menebas
merka satu-persatu sambil berkata’’Ayo Bangun!’’. Setelah Perempuan itu bangun,
Aku menarik Tangannya kemudian meninggalkan Tempat itu..Setelah keluar dari
Zona C. Aku berhenti berlari dan bertanya’’Kenapa kau tidak lari?!’’, ‘’Maafkan
Aku’’, ‘’Aku tadi ketakutan’’katanya.’’Tidak apa, yang penting kau selamat’’,
‘’Terima kasih sudah menyelamatkan ku’’, ‘’Jika tidak, mungkin Aku sudah
menjadi bagian dari mereka’’. Hari mulai Gelap. ‘’Ayo beristirahat unruk
semalam’’ujarnya. “Namaku Emillia”, “Aku membawa banyak makanan dari toko tadi,
Apa kau mau?”. “Terima Kasih, Namaku
Rio”, “Senang bertemu dengan mu”, sambil mengambil beberapa makanan. Dalam
hati, Aku sangat senang karena Aku tidak sendirian lagi di dunia ini. Mungkin
di luar sana, masih ada harapan untuk bertemu manusia lainnya.
Hari ini,
Emillia mengajakku untuk pergi ke Bunker di kota sebelah. Di sana, Terdapat
beberapa temannya, yang memilliki beberapa senjata dan suplai makanan.
“Baiklah”, kataku. Perjalanan dimulai dari
Kota Zona A. Setelah membawa perbekalan yang cukup, Kami pun memulai
perjalanan. Di hutan, tidak terlihat banyak, Tetapi Aku dan Dia harus berjalan
perlahan karena mungkin saja, Penglihatan dapat mengelabui. Setelah berjalan
selama setengah hari, Tibalah kami di kota tersebut. Kota tersebut terlihat
bersih dari makhluk-makhluk itu. Kami mengetahui alasannya ketika melihat
Bunker. Ya, Bunker itu di serbu oleh Puluhan mungkin Ratusan yang ingin
menghancurkan Bunker tersebut. Kupikir perjalanan akan lancar, Tetapi hidup
kadang penuh rintangan. Kini, Aku harus mencari cara agar dapat memancing
mereka dari bunker.
Akhirnya,
Aku mengetahui cara mengalihkan para monster itu. Akupun memberitahukannya Ide
itu kepada Emillia.Tapi, tentu saja Ia menolaknya.
“Idemu
terlalu berbahaya!” , Bagaimana jika kamu mati?”
Aku menjawab “Tidak apa-apa”, “ Apalah arti
sebuah nyawa jika bisa menyelamatkan nyawa lainnya.”
“Mungkin, di lain waktu kita bisa bertemu
kembali.”
Akhirnya Ia
pun luluh dan kemudian bersembunyi di sebuah pohon dekat bunker Dengan nekat
Aku pun berteriak
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
Merekapun melihat ke sumber suara kemudian
mengejarku. Aku berlari tanpa melihat ke belakang lagi. Ya, Perasaaanku sangat
senang karena, walaupun Aku akan sendiri lagi. Tetapi, Aku berhasil
menyelamatkan orang-orang di dalam bunker.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar