Sabtu, 22 Februari 2020

Misteri Hantu Rumah Tua


Misteri Hantu Rumah Tua
Karya : Karenia Azzahra Wijayanti (7B.1)

Aku berdiri di depan rumah tua itu. Angin di musim dingin makin menerpa kulitku .Ku eratkan mantelku dan segera kubuka pagar rumah itu. Setelah kubuka, yang benar saja hawa misterius dari rumah itu semakin membuat bulu kudukku berdiri. Akhirnya,ku beranikan diriku untuk mengetuk pintu rumah tua itu,setelah ku ketuk selama dua kali, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah itu. Ya,wanita tua itu adalah bibiku yang bernama bibi Luis. “Wah..,Grace! Ternyata kau sudah datang! Bibi sangat merindukanmu!”seru bibi Luis sambil memelukku erat melepas kerinduannya. Setelah beberapa saat,ia pun melonggarkan pelukannya dan segera mengajakku untuk memasuki rumah itu. “Tidak ada yang berubah dari rumah ini”gumamku.Ku perhatikan sudut sudut ruangan rumah ini dan ternyata benar tidak ada  yang berubah dari rumah ini hanya saja bangunannya semakin tua hingga menimbulkan kesan angker.Aku pun tersadar dari lamunanku karena teriakan dari bibi Luis. Aku segera pergi ke dapur karena bibi Luis menyuruh ku kesana.
Setiba didapur,aku melihat bibi Luis tengah menyiapkan teh hangat serta kue jahe buatannya. “Hmm…bau kue jahe! Ini favoritku! Bibi memang yang terbaik! ”seruku lalu aku langsung duduk dimeja makan.Bibi hanya tersenyum ketika melihat tingkahku yang tidak sabaran untuk melahap kue jahe buatannya.Aku langsung memakan kue jahe buatannya dengan cepat. “Grace pelan-pelan makannya! Nanti kau tersedak”seru bibi,aku hanya tersenyum dan memperlambat proses mengunyah ku.Sesaat kemudian,seluruh kue jahe telah habis,aku pun meneguk the hangat buatan bibiku. “Ini adalah teh terbaik”. “Grace,bagaimana kabar keluargamu di LA?”Tanya bibi kepadaku.Ya,aku tinggal di Amerika,tepatnya di Loss Angeles.Aku hanya berlibur ke Vancouver,karena Dad dan Mom pergi ke London. “Baik sekali bi! ,bahkan Rain sudah bisa berjalan!”balasku hangat.Bibi sangat tidak percaya apabila adikku yang bernama Rain dapat berjalan. “Wah! Rain sudah bisa berjalan ya”balas bibi dengan senyumannya.Aku mengganguk lalu membereskan piring dan gelasku. “Oh ya bi,apakah Vika akan pulang pada liburan musim dingin ini?”tanyaku kepada bibi dengan harapan Vika akan pulang. “Nampaknya tidak Grace,di Florida kini tengah badai salju.Mungkin penerbangan dari sana ke Vancouver akan ditunda!”balas bibiku dengan nada sendu. Ya,Vika adalah anak bibi Luis,ia berusia tiga belas tahun sama sepertiku tetapi dia terlihat lebih mandiri dariku.Dia sudah ingin tinggal di Florida sejak umurnya menginjak usia lima tahun.Awalnya bibi tidak mengizinkan iya pindah karena pada saat itu usia Vika masih sangat kecil dan juga bibi tidak dapat pindah kesana karena ia bekerja di Vancouver,dan akhirnya Vika mulai tinggal di Florida sejak usia delapan tahun,aku tentu sangat tau apa yang dirasakan oleh bibi Luis,pasti dia sangat merindukan Vika.Aku pun beranjak dari dapur menuju kamar ku,bibi telah menyiapkan kamar untukku,akupun berjalan sambil menaiki anak tangga,tampaknya ruangan diatas sudah jarang dibersihkan bibi,ya benar saja debu sudah sangat melekat ditangga itu.Akupun semakin mempercepat langkah ku menaiki anak tangga,dan tiba-tiba, “Dum”suara jatuhnya sebuah benda terdengar keras ditelingaku,aku segera pergi menuju arah sumber suara itu,dan benar saja,aku menemukan sebuah kotak yang telah usang.Aku langsung mengambil kotak itu dan ku buka perlahan,nampaknya kotak ini sudah berusia sangat tua,saat aku membuka kotak itu banyak sekali debu.Debu itu membuat pernapasanku terganggu,aku pun mencoba melihat isi yang ada dikotak itu,aku menemukan sebuah liontin bernama “Joaneth”,ya aku penasaran siapa itu Joaneth?,apakah dia pemilik rumah ini sebelum bibi tinggal disini? Apa dia teman Vika dimasa kecil?,entahlah aku tak begitu penasaran dengan jawabannya,sejak lima menit yang lalu perhatianku hanya tertuju kesumber cahaya  yang ada didalam sebuah ruangan.Sungguh! aku sangat penasaran dengan apa yang ada dibalik pintu ruangan itu,perlahan-lahan kudekati pintu ruangan itu hingga nyaris kubuka dan aku gagal untuk mengetahui apa yang ada dibalik pintu itu karena suara panggilan bibiku,akupun segera berjalan menuju kamarku sambil membawa liontin itu dan kumasukkan kedalam saku ku.
Sesampainya dikamar,suasana ruangan itu nampak sangat hampa.Kucoba untuk menghidupkan lampunya karena suasana dikamar ini sangat gelap.Lampunya hanya memiliki cahaya yang bisa dibilang sudah mulai redup,tetapi ini jauh lebih baik dibandingkan kamarku gelap gulita.Ku harap esok pagi,bibi bisa mengganti lampu dikamar ini menjadi lebih terang aku pun memutuskan mengganti bajuku dengan piama karena hari sudah malam.Setelah itu kuputar lagu favoritku dari mp3ku sambil memejamkan mata.Sebenarnya,aku mendengar suara suara aneh yang berasal dari luar kamarku,tetapi karena kondisi mataku yang tidak mendukung aku memutuskan untuk tidak menghiraukan keadaan diluar sana.Aku pun langsung terlelap dan menuju alam bawah sadarku.Kubuka mataku perlahan,dan perlahan cahaya masuk dari jendela kamarku.Aku pun segera melihat kearah jam wekerku,ya benar saja ini sudah pukul delapan p.m.Aku segera bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhku,sesudah membersihkan tubuhku dan berpakaian ,aku langsung bergegas turun ke lantai bawah dan aku melihat bibi Luis tengah berkemas,tunggu apa bibi  ingin pergi?lantas bila bibi pergi apakah aku tinggal sendiri disini?batinku. “Oh Grace kau sudah bangun,maaf Grace bibi harus pergi selama 5 hari untuk menjenguk Vika!”ujar bibi sambil tersenyum.Ah,mungkin Vika tengah sakit karena itu bibi pergi.Aku mengganguk lalu langsung berpamitan dengan bibi.Bibi berkata aku akan dititipkan ke paman Joe,yang merupakan tetangga bibiku.Aku pun langsung pergi kekamar dan mulai menghabiskan laguku dengan bermain handphone.Saat ini,aku tengah mengobrol dengan sahabatku di LA yang bernama Ryana.Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang mengamatiku dari luar sana,karena penasaran aku pun membuka pintu kamarku dan ternyata tidak ada siapapun diluar.Aku pun memutuskan untuk tidur karena sudah malam.Aku pun terlelap.
Sial!,aku terbangun disaat tengah malam.Entah mengapa aku merasa haus ditengah malam ini.Aku pun segera menuruni tangga dan pergi ke dapur, “Ahh..”ujarku,karena sudah tidak merasa haus lagi,aku pun segera berjalan dan menaiki tangga.Tiba-tiba ada sesosok makhluk yang berjalan dengan cepat.Karena merasa takut,aku segera mempercepat langkah ku dan langsung menutup pintu kamarku saat aku berada di kamar.Aku segera mempercepat tidurku dan lama-lama terlelap.Sungguh!kini aku merasa ketakutan pada saat aku mulai ingin tidur.Tak lama haripun berganti,malam berubah menjadi pagi,kini aku tengah duduk dimeja makan bersama dengan paman Joe.Kini,aku tengah menikmati sepotong sandwich berisi daging. “Paman Joe,bolehkah aku bertanya?”Tanyaku padanya.Ia pun mengangguk pertanda boleh,aku pun bertanya kepadanya, “Siapakah yang tinggal dirumah ini sebelum bibi Luis?”tanyaku.Paman Joe bilang,bahwa rumah ini dulu dimiliki oleh seorang saudagar kaya raya,tetapi ia dan keluarganya dibunuh sehingga banyak orang yang menganggap rumah ini berhantu.Jujur,tubuhku merinding disaat paman Joe berkata seperti itu.Aku sungguh merasa ketakutan.Di malam harinya,aku mendengar ada suara-suara aneh,aku mendekati sumber suara itu,aku sungguh terkejut ternyata itu manusia,bukan hantu yang kukira selama ini.Aku mulai mendengarkan perkataanya,ya mereka nampaknya menginginkan rumah ini ,tanpa disadari aku membuat sebuah vas bunga terjatuh,itupun membuatku panik. “Siapa disana?”Tanya orang didalam ruangan itu.Akupun langsung mempercepat lariku dan ditarik oleh seorang laki-laki.Dia menutup mulutku,agar tidak panik dan berteriak.Lelaki ini tampan,tinggi,dan juga pasti usianya satu tahun lebih tua dariku,tetapi aku merasa ia tidak seperti manusia pada abad ke 21 ini,ia bisa dibilang manusia dari masa depan.Jujur,ia benar-benar terlihat asing bagiku.Entahlah,bagiku ia tidak seperti manusia pada umumnya.Karena merasa keadaan sudah aman ia melepaskan tangannya dari mulutku,dan akupun segera berjalan mengikuti arah yang dia tunjukan.Kemudian,sampailah keruangan yang pernah kulihat karena sumber cahaya itu. “Hmm,Siapa kau?,Apakah kau manusia?”tanyaku kepadanya, “Namaku James Athur,kau dapat memanggilku James.Aku adalah manusia dari masa depan.”ujarnya kepadaku. “Masa depan?Untuk apa kau datang kesini?”tanyaku tak percaya. “Lebih baik kau ikut aku sekarang.”ujarnya.Tanganku ditarik olehnya dan kami memasuki sebuah portal.Akhirnya,kami menemukan mesin waktu,disana James dan aku segera menaiki mesin waktu tersebut.Aku memegang jaket yang dipakai James agar tidak terjatuh di lintasan waktu dan wushhhh….. kami segera pergi menuju masa depan.
Aku terbangun karena James membangunkanku,ia berkata aku telah sampai dimasa depan.James berkata bahwa ia adalah anggota lintas waktu dunia,ia bertugas memecahkan misteri rumah tua ini,dan ternyata dalang dari semua ini adalah manusia yang ingin mengambil tanah yang ada dirumah itu.Aku bersedia membantu James,dan kami pun segera pulang ke masaku.Pagi harinya,James dan aku mengatur strategi.Kami mempersiapkan hal-hal yang diperlukan,James bertugas menghadapi mereka dan aku bertugas untuk menelpon polisi apabila para musuh lengah.James segera mendobrak ruangan itu,dan yang aku lihat  disana ada paman Joe beserta orang suruhannya. “Paman Joe,jadi kau dalang dari semua ini?”Tanya ku tak percaya . “Sudah kuduga,pasti dirimu pelakunya”kata James.Nampaknya paman Joe sangat tidak tahan,dan ia pun berkata bahwa dia yang membunuh saudagar itu dan alasannya karena ingin memiliki tanah itu,dan setelah itu paman Joe langsung menyandera James.Aku ketakutan,tetapi tinggal beberapa menit lagi polisi akan datang.Ya dari tadi aku telah menelpon polisi dan benar polisi langsung menangkap mereka.Serta polisi sangat berterima kasih kepada kami. “Hai Grace,kita berhasil”seru James.Aku hanya tersenyum padanya dan langsung berjabat tangan dengannya.
                Tiga hari kemudian,James pun akan pergi. “James,kau yakin akan pergi?”tanyaku sendu. “Hey,kau tidak usah menangis,ya aku yakin akan pergi”balas James sambil menenangkan ku. “Kau tidak akan melupakanku,kan?”tanyaku. “Pasti aku tidak akan melupakanmu,sahabatku”balas James.Ia pun memasuki portal dan segera pergi ke masa depan.
Dua hari kemudian,bibi Luis pun pulang dan juga akupun kembali ke L A.        
Tiga tahun kemudian,aku sudah bersekolah di sekolah Menengah Atas.Kini,aku juga tinggal di L A. “Hai Grace!,dengar dengar kita kedatangan murid baru.”seru Aquila,sahabat baruku.Aku hanya tersenyum dan kembali membaca buku ku. “Hai Grace!”sapa seseorang padaku.Aku terkejut!,ternyata itu adalah James,dia kembali!. “James?”kataku tak percaya. “Iya ini aku!”balasnya.Setelah itu James pun menceritakan bahwa  ia sudah bukan anggota lintas waktu lagi,ia juga sudah bertemu dengan keluarganya diabad ke 21.Kini,aku dan dia sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan bahkan kami juga sudah memecahkan banyak peristiwa kriminal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...