Misteri
Hantu Rumah Tua
Karya : Karenia Azzahra Wijayanti (7B.1)
Aku
berdiri di depan rumah tua itu. Angin di musim dingin makin menerpa kulitku .Ku
eratkan mantelku dan segera kubuka pagar rumah itu. Setelah kubuka, yang benar
saja hawa misterius dari rumah itu semakin membuat bulu kudukku berdiri. Akhirnya,ku
beranikan diriku untuk mengetuk pintu rumah tua itu,setelah ku ketuk selama dua
kali, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah itu. Ya,wanita tua itu
adalah bibiku yang bernama bibi Luis. “Wah..,Grace! Ternyata kau sudah datang!
Bibi sangat merindukanmu!”seru bibi Luis sambil memelukku erat melepas
kerinduannya. Setelah beberapa saat,ia pun melonggarkan pelukannya dan segera
mengajakku untuk memasuki rumah itu. “Tidak ada yang berubah dari rumah
ini”gumamku.Ku perhatikan sudut sudut ruangan rumah ini dan ternyata benar
tidak ada yang berubah dari rumah ini
hanya saja bangunannya semakin tua hingga menimbulkan kesan angker.Aku pun
tersadar dari lamunanku karena teriakan dari bibi Luis. Aku segera pergi ke
dapur karena bibi Luis menyuruh ku kesana.
Setiba
didapur,aku melihat bibi Luis tengah menyiapkan teh hangat serta kue jahe
buatannya. “Hmm…bau kue jahe! Ini favoritku! Bibi memang yang terbaik! ”seruku
lalu aku langsung duduk dimeja makan.Bibi hanya tersenyum ketika melihat
tingkahku yang tidak sabaran untuk melahap kue jahe buatannya.Aku langsung
memakan kue jahe buatannya dengan cepat. “Grace pelan-pelan makannya! Nanti kau
tersedak”seru bibi,aku hanya tersenyum dan memperlambat proses mengunyah ku.Sesaat
kemudian,seluruh kue jahe telah habis,aku pun meneguk the hangat buatan bibiku.
“Ini adalah teh terbaik”. “Grace,bagaimana kabar keluargamu di LA?”Tanya bibi kepadaku.Ya,aku
tinggal di Amerika,tepatnya di Loss Angeles.Aku hanya berlibur ke
Vancouver,karena Dad dan Mom pergi ke London. “Baik sekali bi! ,bahkan Rain
sudah bisa berjalan!”balasku hangat.Bibi sangat tidak percaya apabila adikku
yang bernama Rain dapat berjalan. “Wah! Rain sudah bisa berjalan ya”balas bibi
dengan senyumannya.Aku mengganguk lalu membereskan piring dan gelasku. “Oh ya
bi,apakah Vika akan pulang pada liburan musim dingin ini?”tanyaku kepada bibi
dengan harapan Vika akan pulang. “Nampaknya tidak Grace,di Florida kini tengah
badai salju.Mungkin penerbangan dari sana ke Vancouver akan ditunda!”balas
bibiku dengan nada sendu. Ya,Vika adalah anak bibi Luis,ia berusia tiga belas
tahun sama sepertiku tetapi dia terlihat lebih mandiri dariku.Dia sudah ingin
tinggal di Florida sejak umurnya menginjak usia lima tahun.Awalnya bibi tidak
mengizinkan iya pindah karena pada saat itu usia Vika masih sangat kecil dan
juga bibi tidak dapat pindah kesana karena ia bekerja di Vancouver,dan akhirnya
Vika mulai tinggal di Florida sejak usia delapan tahun,aku tentu sangat tau apa
yang dirasakan oleh bibi Luis,pasti dia sangat merindukan Vika.Aku pun beranjak
dari dapur menuju kamar ku,bibi telah menyiapkan kamar untukku,akupun berjalan
sambil menaiki anak tangga,tampaknya ruangan diatas sudah jarang dibersihkan
bibi,ya benar saja debu sudah sangat melekat ditangga itu.Akupun semakin
mempercepat langkah ku menaiki anak tangga,dan tiba-tiba, “Dum”suara jatuhnya
sebuah benda terdengar keras ditelingaku,aku segera pergi menuju arah sumber
suara itu,dan benar saja,aku menemukan sebuah kotak yang telah usang.Aku
langsung mengambil kotak itu dan ku buka perlahan,nampaknya kotak ini sudah
berusia sangat tua,saat aku membuka kotak itu banyak sekali debu.Debu itu
membuat pernapasanku terganggu,aku pun mencoba melihat isi yang ada dikotak
itu,aku menemukan sebuah liontin bernama “Joaneth”,ya aku penasaran siapa itu
Joaneth?,apakah dia pemilik rumah ini sebelum bibi tinggal disini? Apa dia
teman Vika dimasa kecil?,entahlah aku tak begitu penasaran dengan
jawabannya,sejak lima menit yang lalu perhatianku hanya tertuju kesumber
cahaya yang ada didalam sebuah
ruangan.Sungguh! aku sangat penasaran dengan apa yang ada dibalik pintu ruangan
itu,perlahan-lahan kudekati pintu ruangan itu hingga nyaris kubuka dan aku
gagal untuk mengetahui apa yang ada dibalik pintu itu karena suara panggilan
bibiku,akupun segera berjalan menuju kamarku sambil membawa liontin itu dan
kumasukkan kedalam saku ku.
Sesampainya
dikamar,suasana ruangan itu nampak sangat hampa.Kucoba untuk menghidupkan lampunya
karena suasana dikamar ini sangat gelap.Lampunya hanya memiliki cahaya yang
bisa dibilang sudah mulai redup,tetapi ini jauh lebih baik dibandingkan kamarku
gelap gulita.Ku harap esok pagi,bibi bisa mengganti lampu dikamar ini menjadi
lebih terang aku pun memutuskan mengganti bajuku dengan piama karena hari sudah
malam.Setelah itu kuputar lagu favoritku dari mp3ku sambil memejamkan
mata.Sebenarnya,aku mendengar suara suara aneh yang berasal dari luar
kamarku,tetapi karena kondisi mataku yang tidak mendukung aku memutuskan untuk
tidak menghiraukan keadaan diluar sana.Aku pun langsung terlelap dan menuju
alam bawah sadarku.Kubuka mataku perlahan,dan perlahan cahaya masuk dari
jendela kamarku.Aku pun segera melihat kearah jam wekerku,ya benar saja ini sudah
pukul delapan p.m.Aku segera bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan
tubuhku,sesudah membersihkan tubuhku dan berpakaian ,aku langsung bergegas
turun ke lantai bawah dan aku melihat bibi Luis tengah berkemas,tunggu apa bibi ingin pergi?lantas bila bibi pergi apakah aku
tinggal sendiri disini?batinku. “Oh Grace kau sudah bangun,maaf Grace bibi
harus pergi selama 5 hari untuk menjenguk Vika!”ujar bibi sambil
tersenyum.Ah,mungkin Vika tengah sakit karena itu bibi pergi.Aku mengganguk
lalu langsung berpamitan dengan bibi.Bibi berkata aku akan dititipkan ke paman
Joe,yang merupakan tetangga bibiku.Aku pun langsung pergi kekamar dan mulai
menghabiskan laguku dengan bermain handphone.Saat ini,aku tengah mengobrol
dengan sahabatku di LA yang bernama Ryana.Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang
yang mengamatiku dari luar sana,karena penasaran aku pun membuka pintu kamarku
dan ternyata tidak ada siapapun diluar.Aku pun memutuskan untuk tidur karena
sudah malam.Aku pun terlelap.
Sial!,aku
terbangun disaat tengah malam.Entah mengapa aku merasa haus ditengah malam
ini.Aku pun segera menuruni tangga dan pergi ke dapur, “Ahh..”ujarku,karena
sudah tidak merasa haus lagi,aku pun segera berjalan dan menaiki
tangga.Tiba-tiba ada sesosok makhluk yang berjalan dengan cepat.Karena merasa
takut,aku segera mempercepat langkah ku dan langsung menutup pintu kamarku saat
aku berada di kamar.Aku segera mempercepat tidurku dan lama-lama
terlelap.Sungguh!kini aku merasa ketakutan pada saat aku mulai ingin tidur.Tak
lama haripun berganti,malam berubah menjadi pagi,kini aku tengah duduk dimeja
makan bersama dengan paman Joe.Kini,aku tengah menikmati sepotong sandwich
berisi daging. “Paman Joe,bolehkah aku bertanya?”Tanyaku padanya.Ia pun
mengangguk pertanda boleh,aku pun bertanya kepadanya, “Siapakah yang tinggal
dirumah ini sebelum bibi Luis?”tanyaku.Paman Joe bilang,bahwa rumah ini dulu
dimiliki oleh seorang saudagar kaya raya,tetapi ia dan keluarganya dibunuh
sehingga banyak orang yang menganggap rumah ini berhantu.Jujur,tubuhku merinding
disaat paman Joe berkata seperti itu.Aku sungguh merasa ketakutan.Di malam
harinya,aku mendengar ada suara-suara aneh,aku mendekati sumber suara itu,aku
sungguh terkejut ternyata itu manusia,bukan hantu yang kukira selama ini.Aku
mulai mendengarkan perkataanya,ya mereka nampaknya menginginkan rumah ini
,tanpa disadari aku membuat sebuah vas bunga terjatuh,itupun membuatku panik.
“Siapa disana?”Tanya orang didalam ruangan itu.Akupun langsung mempercepat
lariku dan ditarik oleh seorang laki-laki.Dia menutup mulutku,agar tidak panik
dan berteriak.Lelaki ini tampan,tinggi,dan juga pasti usianya satu tahun lebih
tua dariku,tetapi aku merasa ia tidak seperti manusia pada abad ke 21 ini,ia
bisa dibilang manusia dari masa depan.Jujur,ia benar-benar terlihat asing
bagiku.Entahlah,bagiku ia tidak seperti manusia pada umumnya.Karena merasa
keadaan sudah aman ia melepaskan tangannya dari mulutku,dan akupun segera
berjalan mengikuti arah yang dia tunjukan.Kemudian,sampailah keruangan yang
pernah kulihat karena sumber cahaya itu. “Hmm,Siapa kau?,Apakah kau
manusia?”tanyaku kepadanya, “Namaku James Athur,kau dapat memanggilku James.Aku
adalah manusia dari masa depan.”ujarnya kepadaku. “Masa depan?Untuk apa kau
datang kesini?”tanyaku tak percaya. “Lebih baik kau ikut aku sekarang.”ujarnya.Tanganku
ditarik olehnya dan kami memasuki sebuah portal.Akhirnya,kami menemukan mesin
waktu,disana James dan aku segera menaiki mesin waktu tersebut.Aku memegang
jaket yang dipakai James agar tidak terjatuh di lintasan waktu dan wushhhh…..
kami segera pergi menuju masa depan.
Aku
terbangun karena James membangunkanku,ia berkata aku telah sampai dimasa
depan.James berkata bahwa ia adalah anggota lintas waktu dunia,ia bertugas
memecahkan misteri rumah tua ini,dan ternyata dalang dari semua ini adalah
manusia yang ingin mengambil tanah yang ada dirumah itu.Aku bersedia membantu
James,dan kami pun segera pulang ke masaku.Pagi harinya,James dan aku mengatur
strategi.Kami mempersiapkan hal-hal yang diperlukan,James bertugas menghadapi
mereka dan aku bertugas untuk menelpon polisi apabila para musuh lengah.James
segera mendobrak ruangan itu,dan yang aku lihat
disana ada paman Joe beserta orang suruhannya. “Paman Joe,jadi kau
dalang dari semua ini?”Tanya ku tak percaya . “Sudah kuduga,pasti dirimu
pelakunya”kata James.Nampaknya paman Joe sangat tidak tahan,dan ia pun berkata
bahwa dia yang membunuh saudagar itu dan alasannya karena ingin memiliki tanah
itu,dan setelah itu paman Joe langsung menyandera James.Aku ketakutan,tetapi
tinggal beberapa menit lagi polisi akan datang.Ya dari tadi aku telah menelpon
polisi dan benar polisi langsung menangkap mereka.Serta polisi sangat berterima
kasih kepada kami. “Hai Grace,kita berhasil”seru James.Aku hanya tersenyum
padanya dan langsung berjabat tangan dengannya.
Tiga hari kemudian,James pun akan pergi. “James,kau
yakin akan pergi?”tanyaku sendu. “Hey,kau tidak usah menangis,ya aku yakin akan
pergi”balas James sambil menenangkan ku. “Kau tidak akan
melupakanku,kan?”tanyaku. “Pasti aku tidak akan melupakanmu,sahabatku”balas
James.Ia pun memasuki portal dan segera pergi ke masa depan.
Dua
hari kemudian,bibi Luis pun pulang dan juga akupun kembali ke L A.
Tiga
tahun kemudian,aku sudah bersekolah di sekolah Menengah Atas.Kini,aku juga
tinggal di L A. “Hai Grace!,dengar dengar kita kedatangan murid baru.”seru
Aquila,sahabat baruku.Aku hanya tersenyum dan kembali membaca buku ku. “Hai
Grace!”sapa seseorang padaku.Aku terkejut!,ternyata itu adalah James,dia
kembali!. “James?”kataku tak percaya. “Iya ini aku!”balasnya.Setelah itu James
pun menceritakan bahwa ia sudah bukan
anggota lintas waktu lagi,ia juga sudah bertemu dengan keluarganya diabad ke
21.Kini,aku dan dia sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan bahkan kami juga
sudah memecahkan banyak peristiwa kriminal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar