Hutang Pemerintah
Menggunung, Bagaimana kini keadaan Indonesia?
Karya:
Dewi Agustina (8.1)
Pemerintah
Indonesia selalu menyediakan berbagai macam pembangunan. Soal ULN(Utang Luar
Negeri), Indonesia terpaksa untuk meminjam uang dalam jumlah yang besar dari
negara-negara maju atau negara yang dapat meminjamkan uang. Pembangunan juga
harus dilakukan, karena pembangunan merupakan tahap-tahap sebuah negara yang
maju.
Indonesia
berhutang dengan negara lain karena ada beberapa alasan seperti membangun
infrastruktur, menutupi kekurangan anggaran, dan beberapa permasalahan lain.
Selama 4 tahun hutang Indonesia bertambah 48% atau setara dengan 181 Miliar
dolar AS (saat pemerintahan presiden Jokowi Dodo).
Mengenai hutang Indonesia kini
mencapai Rp4.571,89 triliun sedangkan asumsi PDB adalah Rp15.381,39 triliun.
Jika di rinci 82,88%(Rp3.789,35 triliun) untuk surat berharga negara(SBN),
16,97%(Rp775,64 triliun) untuk pinjaman luar negeri, 0,15%(Rp6,9 triliun) untuk
pinjaman dalam negeri.
Akibat
yang dapat diterima Indonesia jika hutang terus menumpuk maka Indonesia
lama-kelamaan akan di ambil ahli kepemimpinannya dengan negara lain dan
hilangnya Indonesia di mata dunia, penjelasan ini semakin mengkhawatirkan keadaan
Indonesia.
Pemerintah
Indonesia masih memiliki rencana pembangunan tetapi patutnya pemerintahan
menyeimbangi rencana-rencana pembangunan ini dengan saksama agar hutang negara tidak
terus melonjak naik. Jika Indonesia memiliki hutang yang semakin banyak maka
akan bertimbal balik kepada anak cucu Indonesia di masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar