Sabtu, 28 Maret 2020

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia ke Kalimantan


Pemindahan Ibukota Negara Indonesia ke Kalimantan
Karya : M. Riffat Leonardo (8B.3)

Akhir-akhir ini datang berita tentang pemindahan ibukota Indonesia ke Kalimantan.Berita tersebut tersebar ke seluruh Indonesia lewat lawan berita terpercaya .Pemindahan Ibukota Indonesia tersebut membuat masyarakat indonesia yang memeberikan pendapat dan saran,serta argumen dari masyarakat tentang pemindahn Ibukota Indonesia itu.
Para masyarakat pun cukup antusias untuk memberikan argumen dan pendapat terhadap berita pemindahan ibukota tersebut.Ada yang bilang pemindahan ibukota tersebut seharusnya dilakukan karena,ibukota indonesia sekarang rawan banjir, hingga menenggelamkan ibukota indonesia sekarang yaitu Jakarta.Ada juga yang bilang pemindahan ibukota Indonesia tidak seharusnya dilakukan karena,semua aset negara, seperti kantor kantor dan dan lainnya ada di Jakarta.
            Pendapat lainnya pun masih banyak lagi.Alasan pemindahan ibukota tersebut memiliki banyak alasan yang konkrit yaitu, tempatnya yang strategis karena tempatnya terletak di tengah tengah negara Indonesia.kondisi strategis tersebut dapat mempermudah urusan negara Indonesia yang tepatnya di Kalimantan Timur.
            Upaya pemindahan ibu kota Indonesia dimulai pada tahun 2019 pada masa kepresidenan Joko Widodo. Melalui rapat terbatas pemerintah pada tanggal 29 April 2019, Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Pemindahan ibu kota ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Pada 26 Agustus 2019, Usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya telah didiskusikan sejak kepresidenan Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY mendukung ide untuk membuat pusat politik dan administrasi Indonesia yang baru, karena masalah lingkungan dan overpopulasi  Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...