Kebakaran Hutan Di Indonesia
Karya : Selvia Najua (8B.3)
Kebakaran
hutan di Indonesia kali ini dinilai cukup parah sampai-sampai menimbulkan kan
asap yang sangat tebal. Banyak
sekali masyakarat yang menyalahkan pemerintah karena tidak bertanggung jawab
atas permasalahan ini padahal pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk
menyelesaikan permasalahan ini. Kabut asap di Riau pemerintah sudah banyak
menghabiskan kurang lebih sekitar 122 TON garam 32 kali water bombing
kamov,Sikorsky 119 kali.
Tetapi tetap saja kabut asap di Riau
kian semakin menjadi jadi, tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan pemerintah
setempat meliburkan kegiatan belajar demi kesehatan para guru dan siswa. Tidak
hanya di kota Riau kabut asap juga menimpa masyarakat Palembang yang cukup parah.
Banyak
pihak yang ikut membantu menghilangkan asap sebab kebakaran hutan tersebut.
Berbagai bantuan seperti LSM,ORMAS,hingga partai politik melakukan suka rela
seperti membagikan masker,sumbangan dana pengobatan dan lain sebagainya. Tak hanya itu, satuan penegasan
hukum juga melibatkan operator seluler untuk menyampaikan pesan singkat kepada
masyarakat berisi larangan membakar hutan dimanapun berada, serta meminta
masyakarat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah saat kabut asap yang semakin
hari semakin tebal.
Menteri sosial berencana memberikan
konvensi kepada masyarakat yang terserang penyakit ISPA sebesar Rp 900.000.00,
nantinya makanisme pembagian dana pemerintah bagi daerah darurat asap itu akan
disalurkan melalui KKS,walaupun masih dalam rencana pemerintah usulan
kompensasi tersebut masih dalam persetujuan akhir dari kementrian keuangan.
Hingga Rabu (11 September 2019), penderita saluran pernapasan sudah mencapai
14,566 jiwa.
Kebakaran
hutan dan lahan ini harus diurus sampai tuntas. Seperti pelaku pembakaran hutan
harus dihukum seberat beratnya atas perbuatan nya seluruh masyakarat
Riau,Palembang,Batam dan lain lain terkena imbasnya. Bagi perusahaan perusahaan yang
ingin membuka lahan perkebunan seharusnya tidak membuka hutan dengan cara dibakar,
itu hanya mengakibatkan masalah yang cukup fatal, bahkan akibat pembakaran
hutan ini pun asapnya sampai kenegara tetangga seperti Malaysia.
Kebakaran hutan
yang diakibatkan dari cuaca yang ekstrim juga maka disampingnya akibat
pembakaran hutan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab tetapi
kekeringan dan kekurangan air di wilayah itu mengakibatkan hutan terbakar dan
menjadi kabut asap yang tebal. Berkaitan
dengan hal ini para ahli menyarankan agar wilayah tersebut membuat hujan buatan
agar kabut asap tidak banyak dan mengurangi resiko bagi warga. Guyuran hujan akan meredam kabut
asap agar tidak menyebar luas dan hal yang dilakukan warga sekitar yaitu sholat
Istiqo,shalat mohon diturunkan hujan. Mereka sholat berjamaah dilapangkan
terbuka, dikhawatirkan keselamatan warga Riau, Palembang, Jambi, Batam dan lain
lain akan terancam kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar