Sabtu, 28 Maret 2020

Kebakaran Hutan Di Indonesia


Kebakaran Hutan Di Indonesia
Karya : Selvia Najua (8B.3)

Kebakaran hutan di Indonesia kali ini dinilai cukup parah sampai-sampai menimbulkan kan asap yang sangat tebal. Banyak sekali masyakarat yang menyalahkan pemerintah karena tidak bertanggung jawab atas permasalahan ini padahal pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kabut asap di Riau pemerintah sudah banyak menghabiskan kurang lebih sekitar 122 TON garam 32 kali water bombing kamov,Sikorsky 119 kali.
Tetapi tetap saja kabut asap di Riau kian semakin menjadi jadi, tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan pemerintah setempat meliburkan kegiatan belajar demi kesehatan para guru dan siswa. Tidak hanya di kota Riau kabut asap juga menimpa masyarakat Palembang yang cukup parah.
Banyak pihak yang ikut membantu menghilangkan asap sebab kebakaran hutan tersebut. Berbagai bantuan seperti LSM,ORMAS,hingga partai politik melakukan suka rela seperti membagikan masker,sumbangan dana pengobatan dan lain sebagainya. Tak hanya itu, satuan penegasan hukum juga melibatkan operator seluler untuk menyampaikan pesan singkat kepada masyarakat berisi larangan membakar hutan dimanapun berada, serta meminta masyakarat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah saat kabut asap yang semakin hari semakin tebal.
Menteri sosial berencana memberikan konvensi kepada masyarakat yang terserang penyakit ISPA sebesar Rp 900.000.00, nantinya makanisme pembagian dana pemerintah bagi daerah darurat asap itu akan disalurkan melalui KKS,walaupun  masih dalam rencana pemerintah usulan kompensasi tersebut masih dalam persetujuan akhir dari kementrian keuangan. Hingga Rabu (11 September 2019), penderita saluran pernapasan sudah mencapai 14,566 jiwa.
Kebakaran hutan dan lahan ini harus diurus sampai tuntas. Seperti pelaku pembakaran hutan harus dihukum seberat beratnya atas perbuatan nya seluruh masyakarat Riau,Palembang,Batam dan lain lain terkena imbasnya. Bagi perusahaan perusahaan yang ingin membuka lahan perkebunan seharusnya tidak membuka hutan dengan cara dibakar, itu hanya mengakibatkan masalah yang cukup fatal, bahkan akibat pembakaran hutan ini pun asapnya sampai kenegara tetangga seperti Malaysia.
      Kebakaran hutan yang diakibatkan dari cuaca yang ekstrim juga maka disampingnya akibat pembakaran hutan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab tetapi kekeringan dan kekurangan air di wilayah itu mengakibatkan hutan terbakar dan menjadi kabut asap yang tebal. Berkaitan dengan hal ini para ahli menyarankan agar wilayah tersebut membuat hujan buatan agar kabut asap tidak banyak dan mengurangi resiko bagi warga. Guyuran hujan akan meredam kabut asap agar tidak menyebar luas dan hal yang dilakukan warga sekitar yaitu sholat Istiqo,shalat mohon diturunkan hujan. Mereka sholat berjamaah dilapangkan terbuka, dikhawatirkan keselamatan warga Riau, Palembang, Jambi, Batam dan lain lain akan terancam kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...