Sabtu, 28 Maret 2020

Rendahnya Kualitas Pendidikan Di Indonesia


Rendahnya Kualitas Pendidikan Di Indonesia
Karya : M. Fayyaz Syahzada (8B.2)

                        Kita mengetahui bahwa pendidikan merupakansesuatu yang sangat penting. Namun belakangan ini masalah pendidikan di Indonesia menjadi masalah yang harus dipikirkan karena kualitasnya yang semakin memburuk. Dari 76 negara indonesia menempati urutan ke 69 atau peringkat 8 paling bawah. Berbeda jauh bila dibandingkan dengan Singapura yang menempati urutan 5 teratas.
                        Dikutip dari www.kaskus.co.id ada 3 masalah yang menyebabkan buruknya kualitas pandidikan di Indonesia. Pertama, terlalu sering gant kurikulum. Dalam hal ini Dinas Pendidikan terlalu sering mengganti kurikulum. Bahkan terdapat wacana untuk menggantinya setiap tahun. Terlalu sering ganti kurikulum dan kebijakan di bidang pemdidikan, membuat sistem pendidikan, membuat sistem pendidikan tersebut tidak berjalan secara berkelanjutan. Satu program yang sudah dilaksanakan belum dijalankan dengan sempurna dan dilihat efek dan manfaatnya, terkadang sudah dipaksa untuk dihentikan dan digantikan dengan program lain.
                        Kedua, terlalu banyak mata pelajaran. Ditingkat sekolah dasar saja sudah terdapat 10 mata pelajaran. Bisa dibayangkan berapa pelajaran yang harus dikuasai peserta didik di tingkat SMP dan SMA. Hal inilah yang menyebabkan tekanan atau beban fisik tersendiri bagi para siswa yang pada akhirnya justru menimbulkan kecenderungan malas untuk belajar.
                        Ketiga hasil pendidikan terlalu ditekankan pada nilai akhir. Hal ini disebabkan karena pandangan orang indonesia yang masih menganggap bahwa nilai adalah parameter untuk menentukan kualitas seseorang. Padahal tingkat kecerdasan sesorang tidak dapat hanya dilihat dari nilai akademis untuk pelajaran. Masih banyak kecerdasan lain diluar bidang study yang diajarkan disekolah yang ikut menentukan kuaitas pendidikan secara keseluruhan.
                        Dikutip dari www.news.detik.com, sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, kecurangan sistematis masih terjadi di berbagai daerah selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012. Berdasarkan laporan yang ia himpun, kecurangan telah direncanakan dan melibatkan dinas pendidikan provinsi serta sekolah setempat.
Tentunya kita berharap supaya pemerintah bisa menangani masalah diatas. Karena memang jika ada perubahan akan menagngkat epringkat indonesia kedepannya seperti tersebut diatas. Namun yang lebih penting lagi karena dengan pendidikan bisa mengubah dunia dan memajukan bangsa ini kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harga yang Harus Dibayar

Sebuah karya dari Sahratul Syita, siswa kelas 8B SMPN 1 Sungaiselan   “Pagi, Pak Alaric.” ucap Budi “Pagi juga, masih membuat jalur limbah y...