Rendahnya Kualitas Pendidikan Di
Indonesia
Karya : M. Fayyaz Syahzada (8B.2)
Kita
mengetahui bahwa pendidikan merupakansesuatu yang sangat penting. Namun
belakangan ini masalah pendidikan di Indonesia menjadi masalah yang harus
dipikirkan karena kualitasnya yang semakin memburuk. Dari 76 negara indonesia
menempati urutan ke 69 atau peringkat 8 paling bawah. Berbeda jauh bila
dibandingkan dengan Singapura yang menempati urutan 5 teratas.
Dikutip
dari www.kaskus.co.id ada 3
masalah yang menyebabkan buruknya kualitas pandidikan di Indonesia. Pertama,
terlalu sering gant kurikulum. Dalam hal ini Dinas Pendidikan terlalu sering
mengganti kurikulum. Bahkan terdapat wacana untuk menggantinya setiap tahun.
Terlalu sering ganti kurikulum dan kebijakan di bidang pemdidikan, membuat
sistem pendidikan, membuat sistem pendidikan tersebut tidak berjalan secara
berkelanjutan. Satu program yang sudah dilaksanakan belum dijalankan dengan
sempurna dan dilihat efek dan manfaatnya, terkadang sudah dipaksa untuk
dihentikan dan digantikan dengan program lain.
Kedua,
terlalu banyak mata pelajaran. Ditingkat sekolah dasar saja sudah terdapat 10
mata pelajaran. Bisa dibayangkan berapa pelajaran yang harus dikuasai peserta
didik di tingkat SMP dan SMA. Hal inilah yang menyebabkan tekanan atau beban
fisik tersendiri bagi para siswa yang pada akhirnya justru menimbulkan
kecenderungan malas untuk belajar.
Ketiga
hasil pendidikan terlalu ditekankan pada nilai akhir. Hal ini disebabkan karena
pandangan orang indonesia yang masih menganggap bahwa nilai adalah parameter
untuk menentukan kualitas seseorang. Padahal tingkat kecerdasan sesorang tidak
dapat hanya dilihat dari nilai akademis untuk pelajaran. Masih banyak
kecerdasan lain diluar bidang study yang diajarkan disekolah yang ikut
menentukan kuaitas pendidikan secara keseluruhan.
Dikutip dari www.news.detik.com, sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)
Retno Listyarti mengatakan, kecurangan sistematis masih terjadi di berbagai
daerah selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012. Berdasarkan laporan yang ia
himpun, kecurangan telah direncanakan dan melibatkan dinas pendidikan provinsi
serta sekolah setempat.
Tentunya kita berharap supaya
pemerintah bisa menangani masalah diatas. Karena memang jika ada perubahan akan
menagngkat epringkat indonesia kedepannya seperti tersebut diatas. Namun yang
lebih penting lagi karena dengan pendidikan bisa mengubah dunia dan memajukan
bangsa ini kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar